7 Cara Sukses Mengatur Keuangan Pribadi: Nomor 4 Tidak Anda Duga Sebelumnya

 

Sukses Financial


Untuk menjadi sukses dalam hidup, kita harus memiliki tujuan hidup yang jelas serta terukur. Kenapa sih kok ribet banget yak, hihihi. Padahal menurut beberapa orang hidup ini ya dijalani saja, tidak perlu ada plan A atau plan B ntar yang ada malah tidak kelakon semua.


Pendapat seperti itu boleh-boleh saja dan tidak sepenuhnya salah namun alangkah lebih baik lagi jika kita memiliki rencana hidup serta tujuan yang ingin dicapai.


Sederhananya saja misal ketika seseorang memutuskan berkuliah di perguruan tinggi tentu tujuannya adalah agar mendapat ilmu dan lulus dengan predikat yang memuaskan. 


Adapun untuk mencapai tujuan tersebut maka seseorang harus:

  1. Belajar dengan tekun
  2. Menghadiri perkuliahan tanpa membolos sekalipun kecuali sakit dan kendala yang urgent.
  3. Mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh dosen
  4. Mengikuti ujian dan menjawab semua soal yang diberikan


Menempuh pendidikan dengan jalan berkuliah merupakan salah satu cara untuk sukses dalam mencapai tujuan hidup. Masih banyak jalan sukses lainnya yang dilakukan oleh orang-orang yang membawa pada kebahagiaan.


Berbicara mengenai kehidupan pasti tidak lepas dengan yang namanya pengelolaan keuangan pribadi. Sedari kecil secara tidak langsung kita diajarkan bagaimana mengatur keuangan pribadi misalnya mengelola uang jajan agar bisa ditabung untuk dibelikan barang berharga yang diinginkan. 


Mungkin ketika kita kecil, sepasang sepatu baru sudah merupakan barang berharga karena didapat dari hasil menabung berbulan-bulan dengan menyisihkan uang jajan yang diberikan oleh orang tua.


Mengatur Keuangan Pribadi Demi Hidup yang Lebih Mapan


Tidak perlu menjadi orang kaya untuk bisa hidup mapan, namun cukup menjadi orang yang penuh perencanaan ketika muda agar Anda tidak menyesal di kemudian hari. Cie… cie… inilah quote terbaru ala Aisyah Dian mengenai tips finansial nih.


Berbicara mengenai perencanaan keuangan sangatlah penting ketika kita sudah memasuki dunia kerja dimana selayaknya dapat dikatakan mandiri atas hidup sendiri. Bekerja merupakan suatu bentuk kedewasaan diri ketika kita sudah tidak menggantungkan nafkah dari orang tua lagi.


Pada waktu masih single atau belum berumah tangga tentu gaji yang kita miliki bisa dengan leluasa dipergunakan tanpa perlu memikirkan harus dialokasikan untuk apa dan kemana. Namun pendapat tersebut tidaklah selalu benar adanya. Kita tetap harus bijak dalam mengatur keuangan pribadi agar tidak menyesal di kemudian hari.


Beberapa cara mengatur keuangan pribadi antara lain:

  1. Jangan lupa sisihkan gaji setiap bulan untuk ditabung

Ini yang kadang dilupakan oleh sebagian orang manakala menerima gaji bulanan. Bagi sebagian individu menabung dilakukan di setiap akhir bulan tapi hal tersebut kurang tepat menurut saya karena sebaiknya gaji kita sisihkan lebih baik dilakukan di awal bulan ketika mendapat gaji. Keinginan membeli barang-barang  itu selalu ada dan jika tidak diimbangi dengan menabung maka yang ada kita akan menyesal manakala tidak memiliki dana darurat.

  1. Buat Anggaran Kebutuhan Setiap Bulan

Ketika sudah menikah tentu kebutuhan berbeda dengan sebelum menikah. Ada pendapatan suami dan juga pendapatan istri. Walau istri tidak wajib menafkahi rumah tangga namun bukan tidak mungkin uang milik istri akan tercampur. Di sini perlu untuk membuat anggaran dimana pendapatan suami akan dikelola istri untuk membiayai kebutuhan rumah tangga.

Usahakan selalu mencatat untuk apa saja uang tersebut digunakan. Sehingga bulan depannya kita bisa melakukan evaluasi atas pengeluaran yang akan dilakukan di bulan sebelumnya. Jika ada pengeluaran yang tidak terlalu penting maka bisa dilakukan pemangkasan agar kedepannya tidak terjadi pembengkakan.

  1. Catat Segala Bentuk Pengeluaran

Poin nomor 3 ini sebenarnya ada hubungan dengan poin nomor 2 namun disini saya titik beratkan pengeluaran yang dicatat adalah di luar kebutuhan tetap setiap bulannya. Karena ada beberapa pengeluaran yang berada di luar kebutuhan tetap dan sifatnya bisa jadi tidak akan terbeli di bulan berikutnya.

  1. Jangan Sepelekan The Power of Uang Receh

Biasakan ketika menerima uang kembalian sehabis berbelanja di minimarket atau pasar tradisional berupa uang receh, sisihkan di suatu wadah tertentu. Lakukan hal tersebut secara rutin. Bisa jadi dalam waktu beberapa bulan uang receh tersebut bisa kalian tukar dalam jumlah besar. Saya memiliki teman yang rajin sekali mengumpulkan uang receh dan ternyata setiap bulan dia mampu mengumpulkan empat ratus ribu rupiah dari uang receh tersebut. Amazing kan!

  1. Hindari berhutang

Dalam prinsip ekonomi, berhutang merupakan tindakan yang tidak terlarang karena pada beberapa kejadian, utang merupakan langkah tepat ketika seseorang memutuskan membeli suatu barang dengan cara berhutang. Semisal kita berencana membeli rumah, rasanya berat jika harus dibayar tunai. Sehingga langkah yang tepat adalah membeli rumah dengan cara mencicil.

Namun sebisa mungkin hutang dilakukan untuk suatu kebutuhan yang produktif dan bukan konsumtif. Jangan makan atau jajan dengan berhutang karena akan semakin menumpuk pengeluaran. Berinvestasi dengan berhutang tak ada salahnya karena di kemudian hari investasi itu akan memberi hasil kepada kita.

  1. Persiapkan Untuk Keadaan Tak Terduga

Banyak sekali kita lihat kondisi di luar sana beberapa orang tidak siap dengan suatu keadaan duka karena tidak memiliki tabungan sama sekali. Tidak usah jauh-jauh ketika pandemi terjadi pun banyak masyarakat yang terpuruk karena minimnya tabungan. Dan yang lebih parah adalah karena sudah terbiasa dengan gaya hidup tinggi maka ketika kondisi perekonomian terpuruk individu tersebut tidak bisa menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Disinilah pentingnya untuk mempersiapkan dana darurat agar sewaktu-waktu ketika kondisi negara tidak stabil misalnya dengan adanya pandemi seperti sekarang maka kalian tidak akan kaget menghadapinya.

  1. Belajar Investasi

Tidak ada salahnya berinvestasi kecil-kecilan lho gaes. Meskipun itu dengan nominal sedikit. Saya beri rekomendasi nih beberapa marketplace Indonesia menawarkan jasa investasi loh. Bahkan hanya dengan lima ribu rupiah saja kalian bisa melakukan investasi membeli emas di salah satu marketplace.


Jika Anda sudah menerapkan tips di atas maka saya ucapkan selamat karena tidak semua orang bisa disiplin dalam mengatur keuangan pribadi. Saya ingin bercerita sedikit mengenai seorang teman yang hidupnya memiliki ketergantungan dengan kartu kredit. 


Sangat disayangkan manakala teman saya seorang laki-laki dan kepala rumah tangga namun selalu memutar kebutuhan keluarga dengan cara melakukan tarik tunai pada kartu kreditnya.


Sebenarnya sah-sah saja memiliki kartu kredit selama dapat menggunakan kartu berbentuk segi empat mungil itu secara bijaksana. Yang terjadi pada kasus teman saya adalah dia tidak dapat membedakan keinginan dan kebutuhan sehingga pengeluaran bulanannya selalu membengkak. 


Nahasnya lagi sang istri tidak mengetahui gaya hidup sang suami sehingga keberadaan saldo yang cukup fantastis di rekening bank milik bersama dianggap sebagai pendapatan suami. Padahal dari hasil tarik tunai kartu kredit.

 

Kesimpulan


Disiplin merupakan kunci sukses dalam mengatur keuangan pribadi. 

Ingat selalu bahwa kemampuan finansial seseorang pasti tidaklah sama dengan orang lain sehingga tidak perlu membandingkan jika mungkin Anda belum sesukses mereka dalam mengatur keuangan pribadi.


Untuk kalian yang ingin membaca artikel mengenai motivasi, tips kesehatan dan kehidupan sosial bisa merapat ke blog milik Kak Citra karena di sana banyak cerita menarik yang ditulisnya.

8 comments

  1. The power of uang receh aku banget mbak pernah bayar tukang gas elpiji pake uang receh logam seratusan wkwkw sampe lama abangnya ngitung..etapi salah aku juga sih gak tak beundel gitu

    ReplyDelete
  2. Akuu yang ketolong banget sama uang receh dan keberadaan abang parkir, kak. Jadi, emang dari kecil udah dibiasain yaa nyelengin uang receh. Dan emang jarang banget dikorek-korek. Eh pas ada hal mendesak, ketolong banget pas bongkar celengan kak. Dan itu uang receh kami tukar ke abang parkiran yang baik hati. Alhamdulillah malah lebih dari kebutuhan yang mendesak jumlahnya. Jadilah makin semangat nabung recehan akutuh

    ReplyDelete
  3. bener banget nih Kak.
    Sekarang ini saya malah kepikiran untuk mengedukasi diri sendiri tentang keuangan dan bisnis. Itu kayaknya wajib banget sih buat kondisi saya sekarang.

    ReplyDelete
  4. Dalam mengatur keuangan yang paling penting itu memang mempersiapkan dana yang tidak terduga karena sewaktu-waktu kita membutuhkan uang yang di luar dari pengeluaran yang sudah kita terapkan dengan adanya dana yang tidak terduga sehingga kita tidak perlu mengambil uang dari tabungan atau dana yang kita simpan untuk ditabung

    ReplyDelete
  5. Ngomongin mengatur keuangan ini, ada kelas financial yang menurutku menarik untuk diikuti lho Kak. Aku baru posting infonya di ig ku @deris_afriani. Murah pula biayanya cuma 34k. Kali aja minat. Aku juga rencananya pengen ikut. Pastinya, aku lebih setuju kalau keuangan harus diatur, direncanakan.

    ReplyDelete
  6. Wah aku banget kalau sudah namanya ngatur keuangan πŸ˜… pedean. Beneran, sih... Dari jaman gadis SMP udah punya buntut setiap uang kluar slu aku catat. Apapun itu kebutuhan yg aku perlukan. Sampai sereceh2nya tetep aku itung. Sempet dibilang perhitungan. Aku sih mikirnya pengen tau setiap bln aku tuh ngeluarin brp rupiah. Trs apa aja yg aku beli n aku butuhkan. Kdg kl pengen trs mikir lgi itu butuhnya buat jangka apa dlu πŸ˜… Kalau g perlu2 amat lgsung diskip deh😁 kalau pengen tapi uang g cukup ya tutup mata aja, tahan selera SMP bener2 ada duitnya baru beli. Kalau ngga ada duit ya diem bae 😁

    ReplyDelete
  7. Receh aku 1.000 logam masuk ke celengan Kak, tapi aku selalu liat orang buang2 recehan 100 dan 200 perak loh di jalan soalnya aku pernah banget nemuin banyak di jalanan, tapi gak aku ambil sih. Besok2 kalau ku nemu lagi ambil ahh biar recehannya jadi membukit

    ReplyDelete
  8. Bener banget mbak, meski receh tapi kl dikumpulin ya bakalan banyak. Ternyata enggak bisa disepelekan uang receh ini, tapi saya sih biasanya buat bayar belanjaan yg butuh uang receh mbak

    ReplyDelete