See Me Fly, Penolakan? Abaikan Saja

No comments

 


Kalau ada satu lagu yang membuat saya terus bersemangat menghadapi berbagai penolakan adalah satu lagu yang berjudul See Me Fly  dari Joey Yung, saya suka mendengarkan versi Canton nya by the way.

“Loves in your eyes

sitting silent by my sides

going on, holding hands

walking through the night”

Sebagai seorang Lifestyle Blogger, penolakan terbesar sebelumnya adalah dari mamer. Jadi menurut beliau seorang Perempuan itu harus mandiri. Nanti kalau ada apa-apa sama Laki, kita sudah siap. Meski mengerutkan kening saya tidak juga membantah sih.

Lagian lakiku anaknya kan? Maksudnya gimana sih? ckckkc

Nggak tanggung-tanggung mamer memberikan 1 toko untuk saya Kelola. Diajarkan cara berbelanja, bahkan sampai dianterin ke Tanah Abang, juga ke Senen untuk membeli berbagai tas branded kw, kacamata, jam tangan yang saat itu laris manis bak kacang goreng.

Bahagiakah saya? Tentu iya. Sebagai newbie saya senang banget mendapatkan omset bersih belasan juta dalam waktu sebulan. Bahkan sempat sebulan sampai pergi ke Tanah Abang sebanyak dua kali.

Tapi semua rasa bahagia terasa kosong. Saya lelah lahir dan batin. Saya merasa ini bukan dunia saya. Saya merindukan waktu berlama-lama di dalam kamar, buka AC, mendengarkan music yang lembut serta hanya berteman dengan laptop.

Penolakan Menjadi Full Time Writer

“Hold me up, hold me tight

Lift me up to touch the sky

Teaching me to love with heart

Helping me open my mind”

Di titik saya merasa lelah, saya ngomong sama paksu. Udahan ya, saya pengen jadi istri yang hanya di rumah saja. Dokter juga menyarankan saya istirahat mengingat saat itu saya sedang promil.

Suami setuju saja, toh toko masih bisa dibantu pegawai toko dan mamer yang tokonya bersebelahan. Saya mencoba aktivitas baru menjadi penulis buku. Saya sempat mengikuti berbagai kelas menulis Jonru dan Ifa Avianti.

Karena sedang mengikuti kelas, niat awal istirahat saya malah bergadang mengerjakan tugas. Suami marah dan melarang menjadi penulis, hiks.

Menurut suami dan mamer bekerja menjadi penulis itu melelahkan tapi hasilnya tidak ada. Nggak salah juga sih mengingat zaman dulu sulit menembus penerbit. Pun ketika akhirnya karya saya berhasil dibukukan dalam bentuk antologi hasilnya adalah hadiah dalam bentuk buku, bukan uang tunai.

Sabar dan Jangan Menyerah Pada Mimpi Kita.

“I can fly

I'm proud that I can fly

To give the best of mine

Till the end of the time”

Dari awal saya tahu bahwa pilihan hidup saya tidak mudah. Penolakan demi penolakan berkali-kali mematahkan hati saya sebenarnya.

Di pandang sebelah mata tentu saja meski mereka semua melihatnya menulis adalah hobby bukan sesuatu yang membanggakan ataupun menghasilkan.

Apalagi saya tidak mungkin mundur. Saya tetap menjalani hidup sebagai pedagang baju muslim. Terlebih setelah 3 tahunan saya ditambahi Amanah mengelola satu toko lagi. Mamer pengen pensiun dini dan menyerahkan segalanya pada saya untuk saya kelola.

I Can Fly….

“Believe me, I can fly

I'm proud that I can fly

To give the best of mine

The heaven in the sky”

Pegang erat mimpimu, karena akan ada waktunya membalikan keadaan. Jujurly, saya tidak benar-benar bersedih ketika covid melanda kemarin. usaha gagal memang iya, bayangkan habis belanja 80 an juta, barang datang dan saya harus tutup toko 2 bulanan.

Begitulah hidup. Matematika Allah dan Matematika manusia itu memang berbeda. Pun ketika toko bisa dibuka kembali keadaan sangaat sepi. Boro-boro orang belanja, orang lewat di depan toko saja nggak ada.

Di Tengah-tengah kesepian itu saya menghidupkan kembali blog www.aisyahdian.com beruntung banget saya mendapatkan kesempatan berbagai komunitas blogger yang benar-benar merangkul. Bahkan saya merasa kembali menulis dari nol.

Dan Terima Kasih Allah sudah memudahkan jalan saya menjadi blogger. Dengan berbagai keberhasilan saya memenangkan kompetisi menulis Blog yang fantastis, penolakan mamer dan suami berakhir  menjadi Restu. Stars in the sky

“Wishing once upon a time

Give me love, make me smile

Till the end of life”

 

“Kejar Mimpimu, kalau perlu apa-apa untuk ngeblog bilang saja.” 

Percayalah, kalimat itu benar-benar membuat saya berhasil terbang, melambung ke Angkasa… Terima kasih Allah untuk segalanya….

“ See me fly

I'm proud to fly up high

Show you the best of mine

Till the end of the time

 

Believe me, I can fly

I'm singing in the sky

Show you the best of mine

The heaven in the sky

 

Nothing can stop me

Spread my wings, so fly”

 

 


 

 

 

 

 



No comments